Sungguh jarak serupa Tambun - Depok kerap dijadikan alasan langkanya silaturahmi antara teman atau saudara sekandung sekalipun. Namun, tidak bagi Surti yang berpenghasilan pas-pasan dari pekerjaannya yang paruh waktu.
Berbeda dengan sakit Hila dan Helma, adalah Adri (42). Empat tahun ia harus berdiam diri di rumahnya (yang masih harus ia cicil) di Depok, Jabar. Ayah tiga anak yang masih kecil-kecil ini, harus menerima kenyataan berhenti dari tempatnya bekerja, setelah cacat kaki kanan akibat ditabrak mobil saat bersepeda motor.
Selama empat tahun dia betul-betul dirawat di tempat tidur, kecuali bila harus ke rumah sakit untuk operasi, berobat ulang, atau terapi. Demi pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sang istri berinisiatif jualan makanan. Lumayan, walau harus sangat beririt-irit, kebutuhan sehari-hari dapat tertutupi.
“Pahit memang, Tapi, sudah begini mau gimana lagi,” kata Adri yang tampak amat sabar dan bangga dengan istri dan ketiga anaknya yang santun-santun.
Sekitar enam bulan lalu, dua saudara kandungnya --yang biasa mengantarnya ke RS--, melihat Adri sudah mulai bisa beraktivitas. Kedua saudara kandungnya yang tak mau disebutkan namanya itu bergotong-royong mencicil minibus untuk ditaksi-onlinekan oleh Adri. Ini demi Adri bisa mandiri dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga.
