Oleh: Suryadi
Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Komunikasi Kepolisian dan Alumni Ilmu Politik Pascasarjana Universitas Nasional Jakarta
KETIKA Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) diluncurkan oleh para pendirinya --termasuk Kemal Gani, Wahyu Muryadi, dan Budiman Tanuredjo-- di Jakarta, Jumat 17 Maret 2026 malam, kepada temanku yang duduk di sebelah kukatakan “Ini satu langkah yang patut didukung”.
Bukan sinis, lantas berusaha menutupi kesinisan itu dengan “bumbu” sejumlah alasan. Meski, ada alasan-alasan yang berseliweran malam itu, yang tentu saja harus disarikan, mengingat boleh jadi kelak di antaranya akan berguna bagi SWSI secara demokratis menentukan Keputusan dan sikapnya.
Memang semua harus dimulai dari sejumlah kecil kepala dulu. Itu sudah dimulai, terbukti secara umum event peluncuran malam itu sukses dengan disaksikan sekitar 100-an wartawan Indonesia berusia di atas 60-an. Sepuh-sepuh dan bersemangat! Sekurangnya, ada dua hal yang patut dan urgen SWSI memerhatikan.
