Mereka tak hanya mengkritik ke luar tapi juga ke dalam tubuh sendiri (otokritik). Bahkan, lewat karya buku, “Buku itu mahkota jurnalis,” kata alm. Jakon Oetama suatu ketika di masa hidupnya. Memahami kalimat ini sebagai otokritik, hendaklah menjadi bahan introspeksi mendalam bagi para wartawan senior, khususnya warga SWSI. Tentu saja karya buku bukan buku sembarang buku yang hanya berbasis “pesanan” pejabat yang mau ngetop.
Seperti kata Hans Itta (72 tahun), kini Redaktur Pelaksana Bali Tribune ketika Tasman Banto (67) Pemimpin Redaksi Harian Mercusuar Palu, Sulteng, menggulir kalimat Jakob tersebut. Hans (di masa lalu wartawan Hr. Merdeka, BM. Diah) dan Tasman telah mencurahkan kesaksiannya sebagai wartawan tentang kejadian di daerah masing-masing, NTT dan Sulteng ke dalam sejumlah buku. Karya buku juga sudah disusun para wartawan senior lainnya meski jumlahnya belum begitu banyak. Ini menjadi ruang terbuka SWSI bagi warganya.
Hal pertama itu, mungkin berbau estafet, ya estafet jiwa kewartawanan kepada generasi penerus-- seperi masih belianya Antoni, Pemimpin Redaksi JPNN.Com. Ketika masih "sangat hangat-hangat"-nya Reformasi baru menamatkan Program Diploma 3 Komunikasi UGM Yogyakarta. Waktu itu Antonni mulai menjadi reporter muda untuk Majalah Interview yang penulis bidani pada 2001 bersama wartawan senior Said Surung Hutapea.
Sejarah bukan cuma alamat belajar tetapi memelajari --pas dengan SWSI yang berjanji akan selalu demokratis. Memelajari berarti, SWSI sebagai organisasi yang merupakan bagian dari masyarakat. Ia yang selalu dinamis, akan mengakomodasi dan merespons masukan kritis, baik dari anggotanya maupun dari masyarakat. Bukan sekadar meniru, tapi memilah-miliah untuk menemukan formulasi sehingga lahir “warisan terbaik” dengan memasukkan nilai mutlak kejujuran yang dianutnya dan akan diestafetkan kepada generasi penerus pada zamannya.
Kejujuran merupakan salah satu nilai sakral yang melekat pada jurnalis pemilik jurnalisme. Kejujuran yang kemudian dikristalkan ke dalam moral integritas harus menjadi pegangan setiap penyandang profesi jurnalis.
