Selain itu, sebagai umat beragama, sadar sesadar-sadarnya, bahwa ia dalam berkarya senantiasa disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, bukan karena terpaksa. Dua hal ini wajib “hukumnya“ dan bisa terjawab dengan kejujuran.
SWSI, Anggota, dan Masyarakat
HAL kedua, SWSI hendaklah menjadi wadah berbagi untuk sama-sama mencari pemecahan sekaligus memeringan kondisi sesama WS. Sebagai wadah wadah gotong-royong nyata bagi "wartawan yang secara materi belum beruntung". Tegasnya, masih jauh dari sejahtera di hari tua, namun nuraninya tetap menuntut utuk berkontribusi bagi masyarakat.
Bila tertanggulangi secara baik, tentu SWSI bermanfaat bagi para warganya, dengan tetap berkontribusi pada usia senior lewat pemikiran berdasarkan pengalaman dan diakui kadar intelektualnya. Seperti diungkap oleh Wahyu di awal orasi peluncuran SWSI, ia dan kawan-kawan suka-rela menanggulangi warganya yang sakit berat namun belum beruntung secara ekonomi untuk menanggulanginya sendiri.
Sisi intelektual menjadi kontribusi sangat berarti bagi para WS. Ini merupakan lahan bagus bagi penguasa sekaligus bagus pula bagi WS dalam mencurahkan pengalaman mereka dengan kadar intelektual mereka yang memadai, bagi masyarakat bangsa.
