NEW YORK, TELISIK.ID - Ahli forensik berhasil merekonstruksi wajah vampir yang hidup lebih dari 200 tahun lalu. Pria itu dikuburkan di pemakaman Connecticut, Amerika Serikat. Ditemukan tulang pahanya berselang-seling, karena hal ini penduduk setempat mengira dia adalah vampir.
Dilansir dari Livescience.com, pria tersebut diidentifikasi dengan bukti DNA yang mengungkapkan seperti apa bentuk wajahnya. Analisis DNA dilakukan ilmuwan forensik dari perusahaan yang berbasis di Virginia bernama Parabon NanoLabs, dan Laboratorium Identifikasi DNA Angkatan Bersenjata (AFDIL), cabang dari Sistem Pemeriksa Medis Angkatan Bersenjata AS yang berbasis di Delaware.
Dikutip dari Sindonews.com, dengan menggunakan perangkat lunak rekonstruksi wajah 3D, seorang seniman forensik menentukan bahwa pria itu (diberi kode sebagai JB-55) kemungkinan memiliki kulit putih, mata cokelat atau hitam, rambut cokelat atau hitam dan beberapa bintik-bintik.
Marylan perwakilan dari Museum Nasional Kesehatan dan Kedokteran di Silver Spring, mengatakan, dari proses identifikasi disimpulkan bahwa pada saat kematian, laki-laki tersebut berusia sekitar 55 tahun dan menderita TBC.
Baca Juga: Fotografer Ungkap Foto Close Up Semut, Hasilnya Menyeramkan
