"Dia mungkin seorang petani miskin yang menjalani kehidupan yang sulit. Tampaknya telah meninggal karena Tuberkulosis (TBC),” ujarnya dikutip dari Nationalgeographic.com.
Kondisi kerangka menunjukkan bahwa ia menderita patah tulang selangka yang tidak sembuh dan lutut rematik. TBC yang membunuhnya begitu akut sehingga meninggalkan luka di tulang rusuknya.
Baca Juga: Dokter Cantik Ini Bingung Temukan Cicak Hidup Dalam Telinga Pasien, Sudah 2 Hari Tinggal
Jennifer Higginbotham, peneliti DNA di US Armed Forces Medical mengatakan pada abad ke-18 dan ke-19 penyakit itu dikenal sebagai penyakit paru-paru.
"TBC menyebabkan bisul di paru-paru dan membuat korbannya pucat, kurus, dan lemah. Orang yang terinfeksi sering memiliki noda darah di sudut mulut mereka karena batuk darah, dan gusi mereka akan surut, membuat gigi mereka tampak lebih panjang," katanya.
