Diberitakan sebelumnya, aksi palang jalan dilakukan ahli waris pemilik lahan pada bulan September lalu, sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Buton yang dianggap kurang adil dalam melakukan penggusuran jalan menuju stadion.

Wa Sanaria salah seorang ahli waris mengatakan, apa yang dilakukannya sebagai bentuk kekesalannya terhadap pemerintah daerah karena saat penggusuran jalan menuju stadion, tidak dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak ahli waris pemilik lahan.

"Saya sengaja palang itu jalan karena sebelumnya saya tidak mengetahui akses jalan menuju ke lokasi stadion itu melewati lahan nenek saya. Saya adalah ahli waris pemilik dari lokasi perkebunan," katanya.

Diketahui, stadion ini dibangun untuk persiapan pelaksanaan Porprov 2022 mendatang. Sebentar lagi diadakan pembangunan jaringan listrik. (C)

Reporter: Iradat Kurniawan