Sayangnya, tempat itu tak bisa digunakan lagi. Tumpukan lumpur yang datang dari gunung terperangkap dalam kolam. Jika disentuh, lumpur akan bergerak hingga membuat air menjadi kotor.

Namun tak usah cemas, sebab di kolam utama, terdapat titik dangkal yang memungkinkan anak-anak untuk mandi dan berenang. Yang pasti, dalam pantauan orang tua.

Salah satu pengunjung, Lili (35) mengungkapkan, sejak kecil dirinya bersama teman dan keluarga kerap mengunjungi lokasi ini. Selain dekat, tempat ini cukup nyaman bagi para wisatawan.

Baca Juga: Pesona Pantai Peropa di Pulau Kaledupa, dengan Hamparan Gugusan Pohon Kelapa

"Tapi dulu belum ada ini (tempat parkir dan kolam). Semua masih alami," kenangnya.