Air lindi, yang merupakan cairan hasil pelapukan sampah di TPA, diduga mengalir bebas ke kali tanpa melalui proses pengolahan yang memadai.
Air lindi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) meresap dalam tanah hingga mencemari kali.
Kondisi ini semakin memperparah kerentanan warga yang tiap musim hujan kerap dilanda banjir lumpur.
Baca Juga: Jadwal Film Menarik di Bioskop Kendari Hari Ini
Campuran lumpur dan air hitam yang menggenang membuat banyak warga khawatir dengan dampaknya terhadap kesehatan.
