BOMBANA, TELISIK.ID - Dari awal hadirnya program vaksinasi COVID-19, tak sedikit masyarakat yang menolak untuk divaksin.
Penolakan vaksinasi bukan tanpa alasan. Banyaknya berita-berita mengenai afek pasca vaksinasi di media sosial, seperti anggota tubuh cacat atau disfungsi, bahkan berujung kematian, menyebabkan banyak warga takut divaksin.
Di Kabupaten Bombana sendiri, awalnya vaksin ini dihindari oleh masyarakat. Namun dengan sosialisasi dan edukasi yang melibatkan semua stakeholeder di antaranya Polri, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta seluruh jajaran pemerintah, vaksin COVID-19 akhirnya mulai bisa diterima masyarakat.
Bahkan beberapa kali terpantau terjadi kerumunan masyarakat di tempat vaksinasi.
Berbagai trik dilakukan Pemerintah Daerah, seperti memberikan uang saku kepada peserta vaksinasi.
