Kita bisa membandingkan bahwa Airlangga secara popularitas dirinya bukan figur yang mendapatkan elektabilitas tinggi oleh masyarakat.
Meski, gerak politiknya dengan menunjukkan keseriusan untuk maju sebagai presiden di Pilpres 2024 nanti, tentu saja telah menguntungkan dirinya, lihat saja hasil survei indikator politik Indonesia, bulan Mei 2021, dijelaskan Burhanuddin Muhtadi berdasarkan hasil survei, “Menariknya ada nama Airlangga Hartarto yang sebelumnya berkutat di angka sekitar 0 persen, kini menjadi 1,0 persen," (Republika.co.id, 04 Mei 2021).
Tetapi, ketika dilihat kinerjanya sebagai menteri maka Airlangga Hartarto, yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan masuk dalam jajaran empat besar menteri yang elektabilitas tertinggi maupun yang memperoleh sentimen positif tertinggi dari masyarakat atas berbagai kinerja menteri-menteri lainnya.
Perbandingan ini membuktikan bahwa gerak politik Airlangga sudah semestinya lebih ditingkatkan dalam kinerjanya sebagai menteri dibandingkan harus menunjukkan ambisi sebagai calon presiden, tetapi malah menyebabkan popularitasnya merosot dan sentimen negatif yang hadir dari masyarakat.
Memang semestinya, Airlangga banyak memberikan masukan dan strategi yang cerdas, benar, dan cepat dalam menanggulangi pandemi COVID-19 kepada Presiden Jokowi, agar keberhasilan pemerintahan tak hanya akan berdampak terhadap Presiden Jokowi tetapi juga berdampak terhadap elektabilitas ketokohan Airlangga dan elektabilitas kinerjanya sebagai menteri.
