Pertemuan yang juga dihadiri sejumlah kader dan pengurus Golkar dan PDIP itu mengisyaratkan keduanya untuk berkoalisi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Airlangga mengatakan, sejumlah masalah bisa tertangani dengan baik merupakan buah masuknya Golkar dan PDIP di dalam koalisi pemerintahan.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga membeberkan Partai Golkar dan PDI-P punya sejarah kolaborasi yang panjang.

Airlangga menjelaskan, kedua partai politik (parpol) sama-sama memperjuangkan demokrasi. Bahkan, hingga saat ini Golkar dan PDIP terus berkolaborasi sebagai parpol koalisi pemerintah. Airlangga juga menyatakan berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan bersama PDIP.

“Untuk melanjutkan pembangunan harus ada unsur partai politik terbesar di Indonesia, yaitu PDIP dan Golkar,” kata Airlangga.

Baca Juga: 1500 Pengurus PKN Hadiri Rakernas Perdana di Jakarta