Baca Juga: Pertama di Dunia, UEA Manfaatkan AI untuk Merancang Undang-Undang

Baru pada tahun 2015, sepuluh tahun setelah insiden cederanya, Megan didiagnosis oleh dokter menderita sindrom Ehler-Danlos hipermobil (hEDS), yaitu kelainan genetik yang mengganggu pembentukan kolagen (jaringan penting pada sendi) dengan baik, sehingga menyebabkan sendi menjadi tidak stabil.

Setahun berikutnya, leher Megan terkilir saat ia menjalani pemasangan penyangga halo, sebuah alat di mana sekrup ditanamkan langsung ke tengkoraknya untuk membatasi gerakan lehernya.

Sayangnya, masalah justru bertambah parah saat operasi berlangsung karena tengkorak Megan terpisah dari tulang belakangnya, sebuah kejadian langka dan mencengangkan di mana kepalanya terputus di bagian dalam.

Baca Juga: Trump dan Zelensky Diam-diam Main Belakang di Vatikan, Siapkan Skema Penahanan Putin