"Saya terlempar dari kursi saya agar gravitasi tidak memenggal kepala saya. Ahli bedah saraf saya harus menahan tengkorak saya dengan tangannya. Saya tidak bisa berdiri. Sisi kanan saya bergetar tak terkendali," katanya seperti dikutip dari news.com.au

Sebanyak 37 tindakan operasi telah dilakukan untuk menyatukan tengkorak Megan King dengan tulang belakangnya, bahkan hingga ke panggulnya, yang mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk menggerakkan kepalanya ke segala arah (atas, bawah, kiri, kanan).

"Saya benar-benar patung manusia. Tulang belakang saya tidak bergerak sama sekali. Namun, itu tidak berarti saya berhenti hidup," ujarnya.

Meskipun dengan kondisinya, Megan membuktikan ketangguhannya dengan mendapatkan pekerjaan dan menggunakan media sosialnya untuk berbagi hal positif dan mengedukasi tentang situasi yang serupa dengan yang dialaminya.

"Saya bersyukur kepada Tuhan, tubuh saya, dokter saya, keluarga saya, teman-teman saya, komunitas daring saya, dan banyak lagi. Saya bangga dengan semua kerja keras yang saya lakukan untuk mencapai titik ini. Tuhan begitu baik," imbuh dia. (C)