Hingga kemudian terjadi perdebatan antara Jamil dengan si wanita. Karena menjalankan tugas jurnalistik, Jamil lalu mengeluarkan HP dan merekam keberadaan botol miras yang dipindahkan dari atas meja ke bawah oleh wanita tersebut.
Namun, seorang oknum personel Satresnarkoba berinisial BLK memaksa Jamil menghapus rekaman video yang baru dibuatnya sambil membentak dan meminta tidak mencari masalah.
Menurut penuturan Jamil, perekaman video sempat berhenti saat terjadi perdebatan. Oknum BLK kemudian menghampirinya. Karena merasa ada gelagat BLK akan melakukan kekerasan, Jamil kemudian kembali merekam video sebagai bukti.
Emosi BLK memuncak lalu mendekap Jamil dan berupaya merampas HP secara paksa. BLK yang bertubuh besar menekan tubuh Jamil ke lantai lalu menindih sambil merampas HP Jamil. Akibatnya lutut sebelah kiri Jamil mengalami luka lecet.
Tak sampai di situ, BLK sempat melakukan penyekapan terhadap Jamil yang ditarik paksa ke dalam salah satu ruangan. Karena merasa terancam, Jamil kemudian berlari ke arah jendela dan memukul-mukul kaca agar suara keributan dapat terdengar di luar, di mana salah satu teman Jamil berada tidak jauh dari Kantor Satresnarkoba.
