"Pada saat terjadi fenomena destratifikasi (pencampuran kembali suhu air laut) ada hujan atau ada pasang surut air di lapisan atas membawa oksigen yang memang tinggal sedikit sehingga ikan akan kesitu di tambah lagi dengan fenomena blooming alga menyebabkan adanya persaingan oksigen. Jadinya karena tindak mendapat oksigen yang cukup menyebabkan ikan banyak yang mati massal," jelasnya.

Menurut Wa Iba, hal itu diperparah dengan keruhnya air yang nampak berwarna coklat berlumpur yang menyebabkan insang ikan menjadi tersumbat dan tidak bisa bernapas.

"Pengaruh partikel terlarut yang terlalu banyak sebabkan air jadi keruh seperti pasir. Namun ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut untuk dapat dipastikan  penyebabnya secara pasti," katanya.

Baca Juga: Tingginya Tingkat Bullying, Jadi Faktor Pendorong Mahasiswa Ini Ikut Ajang Putra Putri Pendidikan Sultra

Lanjut ia menjelaskan, mengapa hanya ikan kecil yang mati ia menduga, disebabkan ekosistem Teluk Kendari yang sudah tidak bagus lagi. Sebab, dulunya ada terumbu Karang dan lamun. Namun, saat ini hal itu hampir tidak ada, di tambah lagi dengan kondisi teluk yang mulai mendangkal menyebabkan ikan besar tidak tinggal di situ. (B)