Lebih lanjut Efriza menjelaskan asumsi dua poros ini bisa terjadi jika NasDem dan Anies maupun KIB memilih mengayuh kebersamaan dalam poros koalisi baru dengan PDIP.
Tetapi bagi Efriza, ini juga tidak mudah, sebab NasDem dan PDIP tidak mesra seperti dulu. Anies diusung oleh PDIP juga akan menimbulkan friksi, perdebatan di antara pendukungnya. KIB juga tentu tidak mau memalukan diri mereka, telah ada koalisi tapi malah bergabung membentuk poros koalisi baru.
Meski begitu, bagi Efriza, menariknya adalah jika Nasdem-PKS-Demokrat berkoalisi, apakah akan tetap AHY sebagai capres atau cawapres belum tentu juga, sebab saat ini peta poros koalisi masih cair dan bergerak dinamis. Dan, belum tentu NasDem legowo memberikan kursi cawapres dengan cuma-cuma kepada Partai Demokrat jika tanpa adanya "kompensasi."
Menurut Efriza pernyataan SBY adalah asumsi dari berbagai kemungkinan. Situasi ini dipengaruhi oleh hitungan politik masing-masing partai dalam berkoalisi.
Baca Juga: KPU Muna Barat Temukan Banyak Anggota Parpol Tak Penuhi Syarat
