KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Masyarakat Desa Lambangi, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, menerapkan teknologi tepat guna dalam pengelolaan kelapa terpadu menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan asap cair.
Kelapa yang merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang dihasilkan di daerah tersebut. Meskipun demikian, potensi itu belum dapat dikelola dengan baik sehingga belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun untuk upaya percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
Hal tersebut sangat disayangkan, karena potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas lapangan pekerjaan cukup menjanjikan. Kelapa mempunyai peluang yang sangat besar untuk pengembangan agribisnis dari hulu maupun hilir.
Kepala Desa Lambangi, Askar menceritakan, sejauh ini kelapa telah dimanfaatkan menjadi minyak goreng dengan menggunakan metode konvensional dan menghasilkan produk yang tidak tahan lama, berbau serta berwarna kecoklatan.
Melihat hal tersebut, Tim Lembaga Pengabdian Masyarakat UHO mengusulkan ke Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek RI untuk dapat menerapkan teknologi tepat guna dan efisien untuk mendapatkan minyak kelapa murni atau VCO dan asap cair melalui program kemitraan wilayah berkerjasama dengan Pemda Konsel.
