Melansir CNN Indonesia, Rabu (4/6/2025), bagi sebagian konsumen, tawaran ini terdengar menarik karena mobil dijual dengan diskon tinggi, bahkan bisa mencapai 30 persen dari harga asli.

Namun, di balik potongan harga yang menggoda tersebut, tersimpan sejumlah risiko serius. Salah satunya adalah masa garansi yang sudah berjalan sejak tanggal registrasi awal, bukan saat pembelian oleh konsumen. Ini membuat masa garansi kendaraan menjadi lebih pendek, tanpa diketahui banyak pembeli.

Selain itu, mobil-mobil seperti ini bisa saja masih menyimpan masalah administratif dan finansial. Beberapa unit mungkin masih dalam status pembiayaan leasing atau kredit, dan kepemilikannya belum sepenuhnya berpindah ke dealer.

Kondisi ini membuka kemungkinan terjadinya konflik hukum atau kerugian finansial di kemudian hari bagi konsumen yang membeli tanpa pengecekan menyeluruh.

Baca Juga: Mobil Terbang Masuk Tahap Produksi Masal, 2026 Siap Dipasarkan di Eropa