Jika perbedaan harga dengan mobil baru kurang dari 15 persen, sebaiknya konsumen memilih mobil baru demi mendapatkan perlindungan garansi penuh.

Namun, jika diskon lebih dari 30 persen terasa menggiurkan, pertimbangkan risiko jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua diskon besar berarti keuntungan tanpa risiko.

Dengan makin banyaknya pabrikan yang menggunakan cara ini, pengawasan dan regulasi yang ketat sangat dibutuhkan agar praktik manipulatif semacam ini tidak merusak kepercayaan pasar.

Di sisi lain, produsen juga perlu memperbaiki strategi produksi dan distribusi agar tidak terus terjebak dalam model penjualan yang merugikan konsumen dan menciptakan ketidakpastian di pasar otomotif. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani