"Feasibility study itu untuk menentukan apakah setelah mempertimbangkan semua faktor penting, proyek tersebut apakah layak atau tidak untuk dikerjakan," ujar Gusli Topan Sabara kepada telisik.id beberapa waktu lalu.

Dimana, kata Gusli, Pemerintah Kabupaten Konawe terus mendorong percepatan pembangunan bendungan raksasa di Kecamatan Asinua tersebut yang diproyeksi menelan anggaran APBN sekira Rp 4,5 triliun.

Bendungan Pelosika itu akan mampu mengairi kurang lebih 21 ribu hektar sawah. Artinya, yang tadinya kita punya luas lahan hanya sekira 40 ribu hektare sawah irigasi teknis, dapat meningkat hingga 60 ribu hektare.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara.Foto: Muh. Surya Putra/Telisik

 

Mantan Ketua DPRD Konawe itu menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan mengenai kapan bendungan Pelosika bisa dimulai pengerjaannya.