Jadi, karakter kepribadian pada keturunan anak negeri terus menular sampai sekarang. Apalagi yang hidup di era serba pragmatis, terutama dalam praktek sistem birokrasi Indonesia dan sistem Pemilu dan Pilkada, Pilrek sampai Pilkades.

Berita aktual Rabu 23 September 2021, nalar publik Indonesia khususnya kampung Anoa Sultra,  kaget membaca berita OTT KPK. Bupati cantik yang tercatat sebagai srikandi perempuan pertama yang jadi bupati di jazirah tenggara pulau Sulawesi di Kabupaten Kolaka Timur. Ia baru menjabat bupati 99 hari.

Adalah Andi Merya Nur, dengan barang bukti awal dalam peristiwa OTT KPK sekitar Rp 25 juta, sebagai tahap awal dan menyusul tahap selanjutnya yang diperkirakan hanya Rp 250 juta. Suatu nilai yang ecek-ecek kecil untuk sekelas jabatan bupati.

Tapi bukan nilai jumlah yang menjadi titik tekan dalam tulisan ini. Tetapi pertanyaan “kenapa korupsi begitu menyatu dalam kehidupan negeri ini"? Padahal kita telah banyak berubah, pergantian presiden pun silih berganti.

Era terus berubah dari era raja-raja feodalisme, era kemerdekaan dengan kepemimpinan Orde Lama, era Orde Baru, kini era Reformasi. Justru korupsi semakin menjadi-jadi, bila ukurannya banyaknya pejabat kepala daerah dan menteri serta pimpinan lembaga yang tertangkap OTT KPK.