Gibran Mundur atau Dilengserkan
Dari polemik ijazahnya Gibran, pilihan yang terbaik dan terhormat bagi Gibran adalah sebaiknya mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden. Sekaligus, ia meminta maaf terhadap rakyat atas perilakunya yang tidak terpuji tersebut. Pilihan mundur bukan tentang menang atau kalah dalam pertarungan politik, melainkan soal tanggung jawab moral seorang pejabat negara.
Ketika persyaratan pendidikan yang menjadi dasar pencalonannya sudah dipersoalkan melalui proses peradilan, dan tidak dapat Gibran buktikan di pengadilan bahwa ia lulus SMA dan/atau punya Ijazah, sebaiknya polemik ini segera diakhiri sehingga tidak “menyandera pemerintahan”, sebab jika dibiarkan akan berdampak krisis kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Oleh sebab itu, Gibran semestinya memiliki keberanian mengambil tanggung jawab moral dan politik dengan mengundurkan diri. Jangan sampai jabatan Wakil Presiden justru menjadi beban bagi pemerintahan Prabowo dan menyebabkan ketidakstabilan politik.
Gibran masih muda, jika ia mundur, bukan artinya karirnya langsung tenggelam. Ia akan punya kesempatan dan momentum kembali, tetapi ketika ia telah menyelesaikan pendidikan melalui jalur Paket C agar dapat memiliki ijazah setara SMA yang sah.
