Kepala SMPN 10 Kendari, Zamli menjelaskan, meski bangunan sekolah cukup banyak, banyak pula ruang yang membutuhkan rehabilitasi.
Baca Juga: Museum Sultra Ramai Pengunjung tapi Minim SDM dan Fasilitas Pendukung
"Tiga tahun terakhir, SMPN 10 Kendari tidak mendapatkan bantuan terkait rehabilitasi bangunan. Terakhir, pada tahun 2022, kami menerima bantuan. Namun pada tahun 2023 dan 2024, kami belum mendapat informasi tentang perbaikan ruang bangunan," ungkapnya.
Beberapa ruangan yang sangat membutuhkan perbaikan antara lain ruang guru, laboratorium komputer dan sekitar enam ruang kelas. Menurut Zamli, fasilitas komputer yang ada pun masih menggunakan PC lama, sementara sekarang teknologi yang lebih modern seperti Chromebook atau laptop sangat dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran.
Masalah lainnya adalah perbaikan saluran drainase. Di bagian belakang sekolah, genangan air masih sering terjadi setelah hujan deras, dan ini menjadi masalah besar, terutama bagi bangunan yang perlu rehabilitasi.
