"Dulu, kami tidak memiliki ruangan guru yang layak. Kami terpaksa mencari ruang kosong di berbagai tempat. Namun, dua tahun lalu, kami berhasil menyatukan ruang guru dengan menggabungkan dua kelas," tuturnya.
Dia juga menceritakan bahwa pintu ruang guru yang rusak sempat menjadi celah bagi pencuri untuk masuk ke dalam.
"Pintu kami sudah rusak parah. Pernah pencuri masuk, kami akhirnya terpaksa memasang besi trali untuk mengamankan pintu yang sudah usang," ujar Nur Ainimandaya.
Baca Juga: Warga Lawa Muna Barat Keluhkan Berbagai Fasilitas Umum Belum Memadai
Meskipun kondisi fasilitas yang ada saat ini sangat memprihatinkan, beberapa ruang kelas telah berhasil diperbaiki, namun ada juga yang masih belum diperbaiki akibat kerusakan yang lebih parah, seperti plafon yang terangkat karena angin puting beliung.
