JAKARTA, TELISIK.ID - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyerahkan penyelesaian konfliknya dengan Puan Maharani kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Meskipun belum mau berbicara banyak, konflik dengan Puan dinilai membuat Ganjar seolah-olah dizalimi oleh PDIP.
"Ya, sebetulnya tanpa Ganjar menanggapi pun simpati publik sudah ke Ganjar, karena dianggap dizalimi oleh partai, karena orang melihat adanya kelompok," kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, dilansir detik.com, Rabu (26/5/2021).
Mengapa konflik dengan Puan menjadikan Ganjar seolah dizalimi? Menurut Adjie, hal itu karena latar belakang Puan. Terlebih, Puan dibekingi oleh Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.
"Kalau dianggap kelompok dalam PDIP, Mbak Puan termasuk kelompok yang kuat, powerful dalam PDIP. Apa lagi bukan hanya Mbak Puan, di situ ada Pak Bambang Pacul, yang merupakan ketua bapilu (badan pemenangan pemilu) partai," terang Adjie.
