Dengan tidak terserapnya hewan kurban berupa sapi dan kambing atau domba, cadangan hewan ternak ini masih banyak di lapangan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di hari-hari berikutnya.
Politisi PKS ini berharap ketika pendampingan kepada para kelompok ternak di seluruh Indonesia ini berjalan dengan baik, pemenuhan kebutuhan daging yang selama ini kerap kali berpolemik akibat daging impor dapat teratasi di masa mendatang.
"Kita ini tidak pernah berhasil dalam mengelola kebutuhan daging secara nasional. Padahal kebutuhan tersentralisasi di kota besar terutama Jabotabek, Medan, Bandung dan Surabaya. Segala macam program seperti penyelamatan sapi betina produktif, sensus sapi rakyat, penyilangan bibit unggul dan lain sebagainya, tetap ada waktu-waktu tertentu daging mahal, impor pun jadi masalah," ujarnya.
Baca Juga: Indonesia Bakal Terima 50 Juta Dosis Vaksin COVID-19 dari Pfizer
Baca Juga: Ketua DPR-RI Tegaskan Vaksin Gotong Royong Tidak Boleh Pakai Dana APBN
