"Karena adanya penyakit mulut dan kuku membuat stok kambing yang ada di sini meningkat harganya. Semoga penyakit tersebut bisa hilang dengan cepat. Untuk kambing di sini kami jamin kualitas kesehatannya," terangnya.

Mail mengaku antusias dari masyarakat yang membeli hewan kurban di tempatnya terbilang cukup banyak.

Baca Juga: 103 Lokasi Disiapkan Tempat Pelaksanaan Salat Idul Adha di Kota Kendari

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, La Ode Muh Jabal mengatakan, kenaikan harga hewan kurban merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun.

"Kondisi ekonomi dari masyarakat akibat pandemi COVID-19 belum membaik mengakibatkan masyarakat banyak membeli kambing dibandingkan sapi. Sehingga secara tidak langsung membuat harga kambing di pasaran meningkat," katanya.