Ia mengaku, persediaan hewan kurban untuk Sulawesi Tenggara akibat dari penyakit mulut dan kuku, akan mencukupi hingga hari raya Idul Adha nanti.
"Dari data yang kami berikan kemarin, untuk Sulawesi Tenggara suplus hewan kurban. Kami sudah berkomunikasi dengan pemotong hewan kurban. Untuk sapi itu berkurang karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih akibat pandemi kemarin. Jadi kenaikan harga tersebut akan memberikan nilai tambah untuk para peternak," pungkasnya. (A)
Penulis: Aris Mantobua
Editor: Haerani Hambali
