"Pilkada di tahun 2024 menggunakan hasil Pemilu 2024 bukan 2019. Kalau menjaga eksistensi partai, saya anggota DPRD provinsi tidak ada kaitan dengan kota, sehingga bukti bakti pada Partai Golkar saya tetap menyumbangkan kursi untuk pilgub," tutur dia, Selasa (28/3/2023).

Baca Juga: Kupas Politisi: Merantau Sejak SMA, Rajab Jinik Gudangnya Solusi

AJP yang juga Ketua Bappilu wilayah daratan Partai Golkar Sulawesi Tenggara mengatakan, dengan maju sebagai caleg, merupakan wujud pengabdian dan tanggung jawab guna membantu Golkar Kota Kendari mencapai tujuh kursi.

Harapannya, ketika ia ikut berkontribusi membantu Golkar Kota Kendari meraih tujuh kursi, Golkar dengan leluasa bisa mengusung sendiri calon wali kota tanpa harus mencari partai koalisi untuk menambah perolehan kursi sesuai syarat.

"Harapan kita Golkar bisa dapat tujuh kursi sehingga bebas menentukan wakil," jelasnya.