Akibat pemberhentian operasional sementara, para sopir truk kontainer mengalami kerugian ekonomi. Menurut Alisman, kerugian yang dialami masing-masing sopir berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta selama mogok kerja berlangsung.
“Kalau pendapatan (sopir) per hari ada yang sekitar Rp 500 ribu, bahkan sampai Rp 1 juta,” ungkapnya.
Alisman menjelaskan, muatan kontainer yang diangkut merupakan barang-barang distribusi kebutuhan sehari-hari. Komoditas tersebut dipasok ke sejumlah pusat perdagangan dan ritel di Kota Kendari.
“Barang-barang itu masuk ke toko-toko, seperti Indogrosir dan Alfamart,” tambahnya.
Untuk diketahui, mogok kerja ratusan truk kontainer di kawasan New Port Bungkutoko tidak hanya berdampak pada para sopir, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi daerah.
