Sementara itu, seorang pengguna jalan roda dua, Dirlan (25) mengatakan, lubang di sepanjang jalan hingga sampai pembelokan menuju tempat wisata Camping Ground ini makin bertambah parah.
"Semenjak 2017 saya menetap di Kendari sampai sekarang, kondisi jalan poros Nanga-Nanga masih dengan kondisi rusak yang sama, belum ada perbaikan yang siginifikan," tutur Dirlan.
Akibat lubang-lubang jalan itu, pengendara yang kerap melewati jalan tersebut sangat berhati-hati, karena banyak lubang yang dalam. Kondisi jalan seperti itu dampak dari terlalu lama di biarkan rusak dan ketika melakukan perbaikan juga dikerja asal-asalan.
"Kadang kami kalau melintas disitu sering bertanya-tanya dalam hati kapan juga jalan ini bisa mulus," kesalnya.
Dirlan menambahkan, fasilitas umum seperti jalan, seharusnya menjadi agenda prioritas pembangunan yang penting di tiap daerah. Hal itu penting karena jalan dapat meningkatkan aksesibilitas, pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
