Skema beasiswa ini menerapkan sistem double degree, di mana penerima beasiswa akan menjalani satu tahun studi di universitas dalam negeri dan satu tahun berikutnya di universitas mitra di Jepang.
Mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan dua gelar akademik dari masing-masing perguruan tinggi, baik dari Indonesia maupun Jepang.
Program ini bersifat cost-sharing. Artinya, untuk tahun pertama yang meliputi pelatihan bahasa Inggris dan pendidikan di Indonesia, biaya akan ditanggung oleh Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren).
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Resmi Dibuka, Ini Kriteria dan Syarat Lengkapnya
Sementara itu, biaya studi pada tahun kedua di Jepang akan sepenuhnya ditanggung oleh pihak JICA. Dengan demikian, para peserta tidak perlu mengkhawatirkan aspek pembiayaan selama proses studi dua tahun tersebut berlangsung, selama memenuhi semua ketentuan yang ditetapkan.
