MANGGARAI, TELISIK.ID - Ide cemerlang muncul dari benak dua orang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka adalah Gaspar Riberu dan Yosef Andi Karpus
Dua orang Pokdarwis ini bergulat dengan lumpur seharian sembari menanam anakan waru di Daerah Aliras Sungai (DAS) Waepesi kurang lebih 14-15 meter.
Bagi mereka, ini merupakan sebuah ajakan untuk menghidupkan kembali alam dan mencegah ancaman erosi.
Di Sungai Waepesi terdapat satu DAS strategis yang cocok ditanami anakan waru, yakni bagian timur arah Kampung Gongger, Desa Satar Punda Barat Kecamatan Lamba Leda Utara.
Letak lokasi ini berada pada ketinggian tanah berair sehingga mudah terjadi pengikisan. Karena itu dua orang Pokdarwis yang mempunyai kepedulian terhadap kawasan tersebut tergerak untuk berbuat sesuatu demi mencegah ancaman erosi.
