Gaspar mengaku, bahwa kegiatan penanaman pohon waru ini merupakan kegiatan peduli yang datang dari ide cemerlang dan inisiatif ia dan rekannya.
"Kami adalah orang yang punya kepedulian tidak mau berpangku tangan dengan persoalan-persoalan sosial, sehingga ide ini kami wujudkan," ungkap Gaspar.
Sementara itu rekannya Yosef mengatakan, penentuan lokasi penanaman waru ini berdasarkan hasil survei terhadap kondisi tanah di bantaran Sungai Waepesi.
Kondisi tanah yang telah ditentukan itu, kata Yosef, sangat cocok ditanami waru, apalagi dekat dengan pemukiman warga. Bukan tidak mungkin semua DAS Waepesi nantinya juga berpotensi untuk ditanami waru.
"Yang pertama kami survei dulu lahannya untuk menentukan lokasi yang cocok dan hasi survei itu semua DAS Waepesi memang berpotensi. Itu makanya kami mulai tanamnya dari arah timur karena kondisi tanah di tempat itu sangat dekat dengan pemukiman," jelas Yosef.
