Baca Juga: Maharani Coffe, Menambah List Tempat Nongkrong Baru di Kota Kendari

Selain menyuarakan keadilan bagi korban, aksi ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan publik agar tetap kritis terhadap praktik kekerasan negara. Simbol-simbol seperti payung hitam, lilin, dan poster bertuliskan September Hitam digunakan untuk memperkuat pesan perlawanan.

Salah satu penggagas Aksi Kamisan Sultra, Ikbal Saidin Akbar, menyampaikan aksi kamisan tidak sekadar simbol perlawanan moral, tetapi juga bentuk solidaritas terhadap para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM yang selama ini belum memperoleh keadilan.

Baca Juga: BPS Sultra Perkuat Literasi Statistik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Libatkan 170 Orang Perwakilan Berbagai Elemen

"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat dan pihak kepolisian bahwa kami akan terus ada dan kami akan terus berlipat ganda. Kami akan terus berdiri di tiap Kamis sore untuk mempertanyakan pertanggungjawaban negara agar mengakui bahwa ada kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan," ujarnya.