Baca juga: Tinjau Labuan Bajo, Ini Agenda Presiden Jokowi
Lebih jauh Ketua PC GP Anshor Bangkalan itu, apa pun penyebab yang membuat Satrio nekat melakukan vandalisme, anak buah Agus Harimurti Yudhoyono ini mendukung penuh Polisi mengusut dengan tuntas kasus tersebut, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu yang kemudian dikaitkan dengan isu-isu kebangkitan PKI yang selalu menghangat tiap Oktober tiba.
"Saya mengapresiasi Polisi yang cepat mengungkap kasus ini dan menjerat pelaku dengan pasal penodaan agama. Sehingga isunya tidak liar ke mana-mana," jelasnya.
Diketahui, Polisi menangkap Satrio setelah beberapa jam mencoret-coret dinding tembok dan lantai mushola dengan cat hitam. Tulisannya, “saya kafir, anti Islam, anti khilafah, tidak ridho". Coretan-coretan itu diketahui saat Rifki Hermawan, 18 tahun, warga setempat, saat hendak azan Asar dan mendapati musala acak-acakan. Selain coretan di dinding dan lantai, Rizki juga menemukan sobekan lembaran Alquran dan sajadah digunting.
Pelaku juga ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang melihat pelaku keluar dari mushola, barang bukti seperti cat, kantong kresek, lukisan, sajadah dan Alquran. (C)
