Yustin juga mengingatkan, pengenaan pajak terhadap pembalut berpotensi menambah beban ekonomi perempuan, terutama mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.
Menurutnya, tidak semua perempuan memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksinya.
"Jika harga pembalut semakin terbebani pajak, perempuan dengan kondisi ekonomi terbatas berpotensi mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sanitasi menstruasi," katanya.
"Padahal, pemenuhan kebersihan selama menstruasi penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi," lanjut Yustin.
Ia beralasan bahwa pemerintah seharusnya mencari sumber pendapatan negara dari sektor lain yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
