Penurunan paling besar ada di kota sibuk semacam New York dan Singapura, tapi bahkan di stasiun terpencil pun terpantau hal yang kurang lebih sama.
Baca juga: Resmi Jadi Masjid, Hagia Sophia Dipenuhi Lautan Jemaah Salat Jumat
"Keadaan bumi menjadi senyap. Ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Thomas Lecocq, periset pertama fenomena ini dari Royal Observatory of Belgium.
Bagi para peneliti dan pihak terkait, kesunyian bumi selama pandemi COVID-19 ini merupakan kesempatan besar untuk menggelar riset yang tak bisa dilakukan sebelumnya.
Pasalnya, saat suasana begitu ramai, pemantauan terhadap risiko geologi bahaya gempa bumi, gunung berapi sampai tanah longsor lebih sukar karena tertutup oleh kebisingan. Kini, pemantauan semacam itu lebih mudah karena bumi lebih sunyi.
