Pasalnya, selain tak pernah memberitahu pihak pemerintah desa, aktivitas pengeboran pengambilan sampel menggunakan obat kimia. Akibatnya, lingkungan sekitar baik darat maupun laut tercemari.
Baca Juga: Warga Diminta Jangan Pandang Enteng COVID-19
Baca Juga: Sapi Kurban Jokowi di Kendari Diberi Nama Ipin, Pernah Menang Kontes
"Kita di sini sudah gatal-gatal karena obat kimianya itu. Makanya tadi saya sampaikan sama ketua DPRD kalau masalah ini segera ditindaklanjuti," bebernya.
Selain itu, lokasi pengambilan sampel juga merusak kebun warga. Sehingga jika dibiarkan maka dipastikan bakal menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.
