Kata Agung Surya Kusuma, kurangnya jumlah porsenil serta minimnya ketersedian anggaran menjadi kendala utama KPH dalam melaksanakan kegiatan pengawasan dan penindakan lapangan.
Kendati begitu, dalam waktu dekat ini dirinya mengaku bakal kembali masuk hutan.
"Saya kumpul dulu seluruh anggota baru sama-sama kita masuk ke lapangan untuk melakukan investigasi," tambahnya.
Ia berharap, seluruh elemen masyarakat dan stakeholder setempat juga turut serta terlibat dalam menjaga hutan tersebut. Pasalnya, terdapat tiga sumber mata air yang digunakan sebagai kebutuhan air bersih masyarakat Batauga.
Baca Juga: Sekdes di Konawe Diduga Cabuli Gadis
