BOMBANA, TELISIK.ID - Kehadiran perusahaan yang bergerak di bidang pertambang di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, mengancam keberadaan puluhan benteng bukti peradaban masyarakat.
Kabaena diketahui telah dihuni masyarakat sejak berabad-abad lalu. Menurut salah satu penggiat budaya di daerah itu, Jumrad Raunde, Pulau Kabaena memiliki sejarah peradaban masyarakat.
Jika berbicara tentang masa penjajahan kolonial, katanya, masyarakat Kabaena juga tak luput dari perlakukan kelam seperti yang dirasakan oleh masyarakat yang mendiami daratan.
Dibuktikan dengan tersebarnya benteng-benteng yang diduga bekas tempat pertahanan serta kuburan-kuburan tua yang memiliki kisah tersendiri.
Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Bombana ini telah mencatat 40 benteng dan makam tua yang tersebar di 6 wilayah kecamatan di Pulau Kabaena, di antaranya adalah:
