"Ini buktinya pengaspaln jln poros di desa bubu kec, kambowa, kab, butur, yg sy kritisi kontraktonya berapa tahun lalu," tulis Herkules diunggahan Facebooknya, Kamis (24/2/2022).
Herkules mengungkapkan, saat itu dia pernah mengkritisi kegiatan pengaspalan di jalan tersebut, jika material yang dipakai pada pengerjaan jalan itu banyak bercampur tanah. Namun lagi-lagi, kata Herkules, alasan kontraktor bahwa materialnya sudah sesuai laboratorium.
"Jawabn saya waktu itu matrial yg di pake itu tdk sesuai krn byk campur tanah, trus pengaspalanx jg sy kritisi bhw aspalx tipis jg cara mrk mengaspal tdk teliti dan mrk krja tdk sesuai harapn kita smua sekrg telah trbukti apa yg sy sampaikn di medsos ,wkt itu hy mengharapkn pengawasan dri konsultanx," ujar Herkules di unggahan Facebooknya.
Bahkan Herkules mengungkapkan, setelah mereka selesai melakukan pengerjaan jalan tersebut, saat itu baru sebulan sudah mulai terkelupas.
Baca Juga: Bupati Buteng Ingatkan Kades Hati-Hati Gunakan Anggaran Desa
