Baca Juga: Sudah Tunangan, Guru di NTT Diduga Perkosa Murid hingga Alami Pendarahan
"Dalam permasalahan ini, admin akun Twitter itu telah dilakukan pemeriksaan. Seluruh adminnya adalah polisi wanita (Polwan). Hasilnya, mereka tidak pernah memberikan tanda like atau menyukai konten berbau porno itu. Selain itu, akun itu juga bersifat masif. Kami masih mendalami permasalahan ini," ungkap Hadi.
Selain itu, Hadi juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi. Dia juga meminta agar pihak lainnya, jangan menyebarkan screenshot yang telah beredar.
"Iya, tujuannya agar tidak menjadi kegaduhan yang berkepanjangan. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas)," terangnya.
Sebagaimana diketahui, insiden serupa juga pernah terjadi dengan akun Twitter @PolresKotaBogor. Akun itu juga memberikan tanda like ke akun yang menyebarkan konten porno. (C)
