CAPE TOWN, TELISIK.ID - Afrika Sub-Sahara dilaporkan telah kehilangan sekitar 24 persen keanekaragaman hayatinya dibandingkan dengan tingkat pra-industri.
Temuan ini merupakan hasil studi lima tahun yang dipimpin para peneliti Afrika dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature. Informasi tersebut disampaikan Universitas Stellenbosch melalui pernyataan resmi pada Rabu, 3 Desember 2025.
Penulis utama studi, Hayley Clements dari Pusat Transisi Keberlanjutan Universitas Stellenbosch, menjelaskan bahwa selama ini banyak penilaian global terkait keanekaragaman hayati belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata Afrika.
Hal itu disebabkan keterbatasan data lokal yang digunakan dalam sejumlah kajian internasional.
Baca Juga: 5 Pengungsi Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza, Diklaim Tempat Militan Hamas Sembunyi
