Tapi kenyataannya tidak demikian. Mereka hanya diberikan biaya hidup 200 ringgit atau setara Rp 700 ribu yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Baca Juga: Sepi Orderan Selama Pandemi COVID-19, Seniman di Sidoarjo Layak Dibantu Pemerintah

“ Jangankan untuk biaya hidup, kontrak rumah saja tidak cukup. Sekarang ini hanya mengharap belas kasihan dari tetangga-tetanga, sementara anaknya tiga orang dan istrinya terlantar di sana,” tambahnya.

La Basa berharap Pemerintah Indonesia maupun pihak perusahaan bisa mengupayakan pemulangan adiknya ke tanah air terlebih adiknya tidak dapat lagi bekerja.

Baca Juga: Awal Tahun 2022, Masyarakat Dibuat Resah dengan Harga Timun yang Melonjak