Mengetahui hal tersebut, Bupati Wakatobi Haliana berharap pada semua pihak agar menganalisa dan mengevaluasi seluruh laporan keuangan terutama kinerja.
“Perusahaan ini dituntut bukan keuntungan tapi bagaimana kita melakukan pelayanan maksimal. Minimal kita bisa mengembalikan biaya operasional. Kesimpulan saya kalau diancam putus, kita lakukan pendekatan secara kekeluargaan, kalau tidak bisa juga, silakan PDAM mengambil langkah. Saya hanya berharap jangan lagi ada catatan Rp 300 juta setiap tahun. Karena hampir Rp 3 miliar lebih, itu berarti hampir 10 tahun kita merugi dan kita hanya diam. Ini yang membuat keuangan kita menjadi tidak sehat,” tutupnya. (B)
Reporter: Boy Candra Ferniawan
Editor: Haerani Hambali
