"Kami biasa menyewa jonder mencapai Rp 2 juta per hektare, yang kemudian jonder ini digunakan untuk mengelola lahan," ungkapnya.

Penjabat Bupati Muna Barat, La Ode Butolo, mengharapkan dengan adanya bantuan yang diberikan oleh pemda bagi kelompok tani, dapat meringankan beban petani, terlebih selama ini petani mengelola lahan selalu menyewa jonder.

Baca Juga: Dampak El Nino, Lahan Pertanian di Muna Barat Alami Puso

"Dengan produksi kelompok tani yang ada di Muna Barat ini juga mampu menekan inflasi daerah," ungkapnya.

Dengan pemberian jonder dari pemerintah, kelompok tani sangat bersyukur. Pasalnya dengan bantuan ini, sedikit mengurangi pengeluaran dana dalam pengelolaan lahan. (B)