Korupsi dalam tender publik telah lama menjadi masalah endemik di negara Balkan berpenduduk 2,8 juta jiwa ini, yang juga menjadi pusat pencucian uang oleh geng internasional dari perdagangan narkoba dan senjata.

Pada 18 September 2025, Diella bahkan menyampaikan pidato perdananya di parlemen Albania melalui video, menegaskan bahwa "saya tidak di sini untuk menggantikan manusia, tapi untuk membantu mereka".

Baca Juga: Senat AS Bergejolak, Demokrat Buka Jalan Pengakuan Palestina sebagai Negara Merdeka

Namun, pengangkatan Diella menuai kontroversi. Partai Oposisi Demokrat menyebutnya "lucu dan inkonstitusional", karena konstitusi Albania mensyaratkan menteri harus warga negara yang kompeten secara mental berusia minimal 18 tahun.

Beberapa warga di media sosial juga skeptis, dengan komentar seperti "Bahkan Diella pun bisa korup di Albania". Meski demikian, pakar antikorupsi memuji potensi AI untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.