Jika ada orang yang seperti itu, tegas Ali Mazi, diimbau untuk tidak percaya. Karena dirinya tidak pernah memberikan rekomendasi kepada siapapun untuk memenangkan proyek dengan mengatasnamakan dirinya. 

"Coba bayangkan. Mau ikut tender tapi tidak punya perusahaan. Lalu kemudian pinjam perusahaan orang lain. Ikut tender, tidak bisa masuk dalam sistem server. Pada akhirnya harus membayar tenaga konsultan yang mencapai 30 juta rupiah, ini hanya untuk satu paket proyek saja," ucap Ali Mazi.

"Nah bagaimana jika ambil empat paket, bisa mencapai Rp 120 juta. Kita sudah bayar konsultan mahal-mahal tapi kalah tender, rugilah," sambungnya.

Baca Juga : Golkar Bakal Musyawarahkan Pengganti Ridwan Bae

Jika uang sebanyak itu dimanfaatkan untuk membangun usaha seperti kios kecil dan menjual produk bermanfaat bagi masyarakat, menurut Ali Mazi, akan lebih baik dan menguntungkan.